Review Jurnal Etika Profesional Akuntansi

REVIEW JURNAL

Pengaruh Pengalaman Time Budget Pressure dan Etika Auditor terhadap Kualitas Audit
The effect Of Audit Experience Time Budget Pressure and Auditors’ Ethic On Audit Quality

Goodman Hutabarat 1)
1)Dosen Kppertis III dpk. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Satya Negara Indonesia


Abstract
The purpose of this study is to analyze the effect of audit experience, time budget pressure, and auditors’ ethics on audit quality. The research method used is survey with a sample of 85 auditors with experience in public accounting firms in Central Java. Path analysis model was used to measure the influence of exogenous variables on endogenous variables. The results showed that the audit experience, time budget pressure, and auditors’ ethics have significant influence on audit quality either simultaneously or partially. Audit experience and auditors’ ethics have a significant positive effect on audit quality. On the other hand, time budget pressure has a significant negative on audit quality.
Keywords: audit experience, time budget pressure, auditors’ ethics, auditor quality

PENDAHULUAN
            Profesi auditor telah menjadi sorotan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Kasus Enron dan kasus Worldcom di Amerika dan kasus-kasus audit lainnya membuat kredibilitas auditor semakin dipertanyakan. Kasus Enron di Amerika yang melibatkan kantor akuntan publik Arthur Andersen. Pada kasus Enron tersebut terjadi manipulasi laporan keuangan. Pada laporan keuangan dilaporkan perusahaan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal sebenarnya perusahaan mengalami kerugian. Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan ternyata terdapat beberapa pejabat, manajer dan sebagian besar staf akuntansi Enron adalah mantan auditor di KAP Andersen.
            Berdasarkan kasus audit di atas menimbulkan pertanyaan, apakah sebenarnya auditor tersebut mampu mendeteksi kecurangan-kecurangan dan kelemahan penyajian laporan keuangan klien atau sebenarnya mereka mampu mendeteksinya tetapi tidak mengumumkannya dalam laporan audit. Jika auditor tidak mampu mendeteksi trik rekayasa yang dilakukan klien maka yang menjadi inti permasalahannya adalah kompetensi atau keahlian auditor tersebut. Namun apabila yang terjadi akuntan publik ikut mengamankan praktik rekayasa tersebut, seperti yang terungkap dalam kasus Enron maka inti permasalahannya adalah independensi auditor.
            Menurut Libby dan Frederick (1990) pengalaman yang dimiliki auditor akan mempengaruhi kualitas auditnya, mereka menemukan bahwa semakin banyak pengalaman auditor semakin dapat menghasilkan berbagai dugaan dalam menjelaskan temuan audit. Pengalaman kerja telah dipandang sebagai suatu faktor penting dalam memprediksi kinerja auditor (Bonner, 1990; Ashton, 1991; Choo dan Trotman, 1991; Tubbs, 1992; Abdolmohammadi dan Wright, 1987).
            Faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas audit adalah time budget pressure (tekanan anggaran waktu). Menurut Waggoner et.al (1991), jika alokasi waktu untuk penugasan tidak cukup, maka auditor mungkin mengkompensasikan dengan kerja mereka dengan cepat, dan hanya menyelesaikan tugas-tugas yang penting saja sehingga mungkin menghasilkan kinerja yang tidak efektif. Dezoort (1998) menyatakan bahwa adalah hal yang umum ditemukan bahwa di bawah tekanan anggaran waktu, individu cenderung akan bekerja dengan cepat sehingga akan berdampak pada penurunan kinerjanya. Time budget pressure akan memberikan pengaruh yang negatif terhadap kualitas pekerjaan audit. Sebagian besar penelitian mengindikasikan bahwa tekanan waktu bisa mendorong perilaku disfungsional antara lain terjadinya premature sign-off dan under-reporting of chargeable time (Kelly dan Margheim, 1990; Glover, 1997; Dezoort, 1998; Soobaroyen dan Chengabroyan, 2005).
            Konflik dalam sebuah audit akan berkembang pada saat auditor mengungkapkan informasi tetapi informasi tersebut oleh klien tidak ingin dipublikasikan kepada umum. Konflik ini akan menjadi sebuah dilema etika ketika auditor diharuskan membuat keputusan yang menyangkut independensi dan integritasnya dengan imbalan ekonomis yang mungkin terjadi di sisi lainnya. Pengembangan dan kesadaran etis/moral memainkan peran kunci dalam semua area profesi akuntansi (Louwers et.al, 1997). Akuntan secara terus menerus berhadapan dengan dilemma etika yang melibatkan pilihan antara nilai-nilai yang bertentangan. Pertimbangan professional berlandaskan pada nilai dan keyakinan individu, sehingga kesadaran etika/moral memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan dalam pekerjaan audit (Deis & Giroux, 1992; Shaub & Lawrence, 1996; Trevino, 1986).

METODE PENELITIAN
            Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah auditor yang terdapat dalam KAP yang terdapat di Jawa Tengah. Pemilihan sampel penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan satu variabel terikat (dependen) yaitu kualitas audit, tiga variable bebas (independen) yaitu pengalaman, time budget pressure dan etika auditor. Indikator yang digunakan untuk mengukur pengalaman adalah sebagai berikut : (a) lama melakukan audit, (b) jumlah klien yang sudah diaudit, (c) jenis perusahaan yang pernah di audit. Indikator yang digunakan untuk mengukur time budget pressure adalah sebagai berikut: (a) keketatan anggaran, dan (b) ketercapaian anggaran.
            Variabel etika auditor akan diproksikan dalam dua dimensi yakni: (a) locus of control internal dan (b) kesadaran etis. Etika auditor yang diukur dalam etika auditor ini dibatasi pada nilai etis yang dimiliki auditor. Adapun untuk mengukur kualitas audit pada auditor dalam penelitian ini digunakan indikator kualitas audit yang dikembangkan dan dikemukakan oleh: Wooten (2003), Bhen et.al (1997), Duff (2004), yaitu sebagai berikut: (a) deteksi salah saji, (b) melaporkan salah saji, (c) komitmen yang kuat terhadap jasa audit yang diberikan kepada klien, (d) prinsip kehati-hatian, (e) review dan pengendalian oleh supervisor, (f) perhatian yang diberikan oleh manajer dan patner.
            Pengujian validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstrak (construct validity) dan teknik yang digunakan adalah dengan Pearson Product Moment. Teknik uji reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas konsistensi internal. Untuk mengukur konsistensi internal digunakan pengujian dengan teknik Cronbach’s Alpha. Untuk memastikan apakah ada pengaruh pengalaman, time budget pressure dan etika auditor terhadap kualitas audit maka pengujian dilakukan dengan uji analisis jalur (path analysis). Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
H1       : Pengalaman, time budget pressure dan etika auditor berpengaruh secara simultan terhadap kualitas audit.
H2       : Pengalaman, time budget pressure dan etika auditor berpengaruh secara parsial terhadap kualitas audit.

HASIL DAN PEMBAHASAN
            Hasil pengujian validitas data menunjukkan bahwa semua (enam) item pertanyaan untuk variabel pengalaman valid. Semua (empat) item pertanyaan untuk mengukur time budget pressure valid. Sedangkan untuk variabel etika auditor terdapat satu item pertanyaan untuk dimensi locus of control yang tidak valid sehingga di keluarkan dari data yang digunakan. Hasil pengujian validitas untuk variabel kualiatas audit menunjukkan semua pertanyaan valid. Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa semua variabel yang digunakan reliabel.
            Berdasarkan hasil output regresi diperoleh hubungan positif yang kuat antara pengalaman dengan kualitas audit sebesar 0,664. Hubungan positif yang sedang antara etika auditor dengan kualitas audit sebesar 0,573, hubungan positif yang sedang antara pengalaman dengan etika auditor
sebesar 0,475. Hubungan negatif yang sedang antara time budget pressure dengan kualitas audit sebesar -0,453. Hasil perhitungan menunjukkan koefisien jalur pengalaman terhadap kualitas audit sebesar 0,485, koefisien jalur time budget pressure terhadap kualitas audit sebesar -0,286, dan koefisien jalur etika auditor terhadap kualitas audit sebesar 0,261.
            Pengujian hipotesis pertama menggunakan data Fhitung dan Ftabel. Ftabel untuk tingkat signifikansi 0,05 dan derajat bebas db1 = 3 dan db2 = 85-3-1 = 81, diperoleh F 0,05(3,81) = 2,72. Karena Fhitung lebih besar dari Ftabel (40,692 > 2,72) maka dapat diambil keputusan untuk menolak H0. Berdasarkan hasil uji empiris diperoleh nilai F untuk model sebesar 40,692 dengan nilai probabilitas (sig) 0,000. Karena nilai sig < 0,05, maka Ho ditolak dan pengujian secara individual dapat dilakukan. Dengan demikian hipotesis pertama dalam penelitian ini (H1) diterima (terbukti), sehingga dapat disimpulkan bahwa pengalaman, time budget pressure dan etika auditor secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.
            Pengujian hipotesis kedua menggunakan data thitung dan ttabel. Berdasarkan hasil perhitungan nilai koefisien jalur variabel pengalaman ke kualitas audit sebesar 0,485 (t = 6,073; P = 0,000), koefisien jalur benilai positif (0,485). Pengujian parsial diketahui bahwa untuk variabel pengalaman thitung > ttabel (6,073 > 1,6639) dan dapat juga dilihat tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05). Hasil menunjukkan koefisien jalur pengalaman ke kualitas secara statistik signifikan (Ho ditolak). Pengalaman kerja telah dipandang sebagai suatu faktor penting dalam memprediksi kinerja auditor. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Choo & Trotman (1991), Boner & Lewis (1990) dan Abdolmohammadi & Wright (1987) memberikan bukti empiris bahwa auditor berpengalaman lebih banyak menemukan item-item yang tidak umum (atypical) dibandingkan auditor yang kurang berpengalaman, dampak pengalaman auditor akan signifikan terhadap hasil kinerja auditor, mereka juga menyimpulkan bahwa staf yang berpengalaman akan memberikan pendapat yang berbeda dengan staf junior untuk tugas-tugas yang sifatnya terstruktur.
            Pengujian hipotesis kedua untuk variabel time budget pressure menunjukkan nilai koefisien
jalur time budget pressure ke kualitas audit sebesar -0,285 (t = -3,894 ; P = 0,000), koefisien jalur benilai negatif (-0,285). Berdasarkan hasil perhitungan juga diketahui bahwa thitung > ttabel (3,894 > 1,6639) dan dapat juga dilihat tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05). Hasil menunjukkan koefisien jalur time budget pressure ke kualitas audit secara statistik signifikan (Ho ditolak). Jadi dapat disimpulkan bahwa time budget pressure berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas audit. Semakin tinggi time budget pressure maka semakin rendah kualitas audit. Walaupun sebagian besar auditor tidak melakukan prematur sign-off, akan tetapi terdapat jumlah yang cukup banyak yang menyatakan kadang-kadang juga melakukannya 38,8 persen. Sebagian besar (74,1 persen) auditor menyatakan sering memenuhi anggaran biaya jika mencatat waktu yang dilakukan untuk melakukan audit.
            Berdasarkan hasil uji empiris diperoleh nilai koefisien jalur etika auditor kepada kualitas audit sebesar 0,261 (t = 3,186 ; P = 0,002), koefisien jalur benilai positif (0,261). Hasil perhitungan juga menunjukkan bahwa thitung > ttabel (3,186 > 1,6639) dan dapat juga dilihat tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,002 < 0,05). Hasil menunjukkan koefisien jalur etika auditor kepada kualitas audit secara  statistic signifikan (Ho ditolak). Jadi dapat disimpulkan bahwa etika auditor berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit. Semakin tinggi etika auditor maka semakin tinggi kualitas audit.
            Menurut Ziegenfuss & Singhapakdi (1994) bahwa orientasi etika auditor mempunyai hubungan positif dengan perilaku pengambilan keputusan etis. Auditor dengan skor idealisme yang tinggi akan cenderung membuat keputusan yang secara absolut lebih bermoral (favor moral absolute) dan sebaliknya.

KESIMPULAN
  1. Pengalaman audit, time budget pressure dan etika auditor secara parsial berpengaruh terhadap kualitas audit. Pengalaman audit memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kualitas audit, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengalaman audit maka akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas audit. Time budget pressure berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas audit, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tekanan anggaran waktu maka akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas audit. Etika auditor berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi etika auditor maka akan berpengaruh terhada meningkatknya kualitas audit.

SARAN
            Adanya pengaruh positif dari pengalaman terhadap kualitas audit maka disarankan kepada kantor akuntan publik untuk memberikan penugasan audit yang memiliki kompleksitas tugas audit yang tinggi kepada auditor yang sudah memiliki pengalaman audit, baik pengalaman dari sisi lama melakukan  audit,pengalaman dari jumlah klien yang diaudit dan pengalaman dari jenis perusahaan yang diaudit. Hasil penelitian yang menunjukkan terdapat pengaruh negatif time budget pressure terhadap kualitas audit, maka hal ini tentunya perlu menjadi perhatian perusahaan auditor untuk lebih memperhatikan penyusunan rencana anggaran auditnya baik dalam hal anggaran waktu audit maupun penyusunan rencana anggaran biaya audit. Pelaksanaan audit tidak mengalami tekanan anggaran waktu yang berlebihan yang dapat mengancam kualitas audit.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

introduction and translete

-->
Dina’s
BIOGRAPHY

Name                                      : Dina Munawaroh
Nick Name                              : Dina
Date of Birth                           : Jakarta, 23 September 1992
Zodiac                                     : Libra
Hobby                                      : Reading, Watching movie, Games, and Playing Laptop
Favorite Books                                    : Novel
Favorite Foods                         : Chocolate, Vanilla
Favorite Drinks                        : Milk, Mineral Water, Juice
Favorite Color                         : Blue, Green, Pink
Character                                : Believe my self, Sympathy, Empathy,
Hometown                              : Jl. Karya Bakti No. 20B, Depok
E – mail                                   : reznadhina92@gmail.com











Ayah dan 2 anak dewasanya ditangkap di texas perampokan Bank
Oleh Staf kawat CNN November 18, 2012
Keluarga yang merampas bank bersama-sama. Itulah di tenggara texas berwenang menyatakan tentang seorang anak lelaki, ayah dan anak perempuan, mengikat mereka sepasang Robbies bank di negara itu dan mungkin lima orang lain dalam mereka oregon asli. Sekarang, seminggu setelah mereka perampokan terjadi, ketiga tersangka berada di penjara tikungan benteng county. Dalam prees rilis yang dikeluarkan Jumat, benteng tikungan kabupaten, texas, Kantor Sheriff mengidentifikasi tiga orang sebagai 50-tahun Ronald Scott Catt, 20-tahun-anaknya Hayden scott Catt dan 18-tahun putrinya Abigal "Abby "Catt. KEADILAN
Italia memiliki perampokan bank di Eropa yang paling, studi menemukan
Oleh Staf Kawat CNN 1 Juli 2010
Italia memiliki tingkat tertinggi perampokan bank di Eropa, sebuah penelitian di Italia pekan ini. Dari 4.150 perampokan bank yang dilaporkan di Eropa pada tahun 2009, 1.744 - atau 42 persen - yang dilakukan di Italia, menurut penelitian, yang dilakukan oleh pengawas bank yang Osservatorio Italia dan serikat pekerja, CISL. Kota-kota Italia Utara, termasuk Milan dan Turin, melihat jumlah tertinggi dari perampokan bank adalah likuiditas kas yang tinggi, katanya. POLITIK
Tiga perampokan bank untuk Iowa kota selama Bush, Kerry mengunjungi
6 Agustus 2004
Tiga bank di kota ini dirampok Rabu sementara Presiden Bush dan Partai Demokrat John Kerry penantang host kampanye terbuka saingan, m kata polisi. Davenport Polisi Letnan Don Gano mengatakan ketiga perampokan bersenjata tampaknya telah "terkoordinasi" bertepatan dengan kunjungan kampanye. Bush dan Kerry mengadakan acara tiga blok terpisah. Satu orang telah ditangkap sehubungan dengan salah satu holdups, dan peneliti berusaha untuk menentukan apakah perampokan lainnya yang terhubung.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Istilah-Istilah Dalam Ekonomi


ISTILAH-ISTILAH DALAM EKONOMI

1.     Account/ rekening/ perkiraan : Kumpulan informasi dalam suatu system akuntansi
2.     Accounting : Suatu kegiatan jasa yang fungsinya menyajikan informasi kuantitatif tentang lembaga-lembaga ekonomi terutama yang bersifat keuangan.
3.     Actual cost/ biaya actual : Biaya sesungguhnya yang dikeluarkan perusahaan.
4.     Administrative cost/ biaya administrasi : Biaya administrasi yang pada umumya disatukan dengan biaya umum dengan nama biaya administrasi dan umum.
5.     Administrative expense budget : Anggaran untuk biaya administrasi.
6.     Agen : perantara perdagangan yg nama perusahaan menjualkan barangnya didaerah tertentu.
7.     Assets/ harta/ aktiva : Sumber-sumber ekonomi  yang dikuasai oleh perusahaan dan masih memberikan kemanfaatan di masa akan datang.
8.     Average cost : Biaya rata-rata dari semua total biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam proses produksi.
9.     Balance of trade (neraca perdagangan) : bagian dari neraca pembayaran yg merinci impor dan ekspor barang berwujud.
10.                        Break even point/ titik impas : Suatu keadaan dimana perusahaan dalam kondisi tidak mendapatkan laba atau menderita rugi.
11.                        Bursa efek : tempat diperjual belikan efek –efek atau tempat bertemunya pihak yg menawarkan dan pihak yg memerlukan dana jangka panjang.
12.                        Committed fixed cost/ biaya tetap committed : Biaya tetap yang jumlah maupun pengeluarannya dipengaruhi oleh pihak ketiga, dan tidak bisa dikendalikan oleh manajemen.
13.                        Cost accounting/ akuntansi biaya :Proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk dan jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya.
14.                        Cost/ biaya/ beban : Nilai yang di ukur dengan uang untuk memperoleh barang/ jasa atau semua pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan.
15.                        Current Asset/ harta lancer : Harta/ aktiva perusahaan yang  bisa cepat di uangkan seperti piutang dan persediaan.
16.                        Dana likid : harta keuangan yg bebas resiko dan langsung dapat dikonversi menjadi uang
17.                        Depresiasi mata uang : mata uang sebuah Negara dikatakan didepresiasi apabila nilainya menurun dibandingkan dengan mata uang lainnya.
18.                        Devaluasi : penurunan nilai resmi mata uang suatu Negara disbanding mata uang lainnya atau disbanding emas
19.                        Differencial cost/ biaya diferensial : Jumlah biaya yang berbeda jika dihitung menurut satu set kondisi-kondisi tertentu disbanding dengan satu set kondisi-kondisi lain.
20.                        Direct cost/ biaya langsung : Biaya yang dikeluarkan/ dibebankan dimana biaya tersebut bisa langsung dihubungkan dengan obyek yang dibiayai/ dibebani.
21.                        Direct costing : Suatu metode penentuan harga pokok dimana hanya biaya produksi variabel saja yang dibebankan sebagai bagian dari harga pokok produksi.
22.                        Disinflasi : proses penurunan tingkat inflasi yang tinggi
23.                        Disposable income (pndapatan bebas ) : pendapatan yg sudah siap untuk dibelanjakan
24.                        Distribusi : semua kegiatan yg ditunjukan untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
25.                        Efek : surat bukti utang jangka panjang (obligasi) surat tanda penyertaan modal (saham),sekuritas kredit, dan surat berharga lainnya.
26.                        Efisiensi : penggunaan sumber daya ekonomi yg menghasilkan tingkat kepuasan maksimum yg muingkin pada input tertentu.
27.                        Ekstensifikasi modal : tingkat pertumbuhan jumlah modal riil yg tepat sama dengan pertambahan angkatan kerja .
28.                        Ekuilibrium koperatif: hasil yg dicapai oleh kedua partisipan ketika mereka bertindak serempak
29.                        Equity : Modal yang ditanamkan oleh pemilik modal (investor) baik berupa saham atau aktiva lainnya.
30.                        Expired cost : Biaya yang sudah dikonsumsi habis pada tahun berjalan.
31.                        Fixed Asset/ aktiva tetap : Harta/ aktiva perusahaan yang nilai ekonomisnya lebih dari satu tahun.
32.                        Fixed cost/ biaya tetap : Biaya yang jumlah totalnya tidak berubah, walaupun kapasitas dan volume kegiatan berubah.
33.                        Garis anggaran : garis disuatu grafik yg sumbu – sumbunya menggambarkan kombinasi barang yg bisa dibeli oleh konsumen menurut pendapatan.
34.                        Imputed cost/ biaya modal sendiri : Suatu konsep yang pada dasarnya sama dengan biaya kesempatan, yaitu kesempatan memperoleh penghasilan dari modal sendiri akibat modal sendiri tersebut harus digunakan untuk beroperasi.
35.                        Indirect cost/ biaya tak langsung : Biaya yang dikeluarkan/ dibebankan dimana biaya tersebut tidak bisa dihubungkan langsung dengan obyek yang dibebani/ dibiayai.
36.                        Job order costing/ harga pokok pesanan : Suatu metode harga pokok yang cocok untuk perusahaan-perusahaan yang mengolah produksinya berdasarkan pesanan pihak tertentu.
37.                        Joint cost/ biaya bersama : Biaya overhead bersama yang harus dialokasikan ke berbagai departemen, baik dalam perusahaan yang kegiatan produksinya berdasarkan pesanan maupun yang kegiatan produksinya dilakukan secara massa.
38.                        Losses : Expired cost yang tidak mempunyai sumbangan pada pembentukan pendapatan tahun berjalan.
39.                        Marginal cost/ biaya marginal : Tambahan biaya karena keputusan untuk menambah unit yang diproduksi.
40.                        Merger : Penggabungan dua perusahaan atau lebih dengan satu nama perusahaan.
41.                        Mixed cost/ biaya campuran : Biaya yang bersifat campuran antara biaya variabel dan biaya tetap.
42.                        Opportunity cost/ biaya kesempatan : Biaya karena kesempatan memperoleh penghasilan.
43.                        Period cost : Biaya yang setiap periode harus tetap dikeluarkan atau dibebankan tanpa dipengaruhi perubahan kapasitas kegiatan.
44.                        Process costing / harga pokok proses : Suatu metode harga pokok yang cocok untuk perusahaan yang mengolah produksinya secara continue.
45.                        Product cost/ biaya produksi : Biaya yang dikeluarkan oleh fungsi produksi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi.
46.                        Production cost report : Laporan tentang biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan.
47.                        Production quantity budget : Anggaran tentang jumlah barang yang akan diproduksi pada satu periode tertentu.
48.                        Profit plan : Rencana dari manajemen yang meliputi seluruh tahap dari operasi di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu memperoleh laba.
49.                        Relevant cost/ biaya relevan : Biaya yang patut dipertimbangkan sebagai dasar pengambilan keputusan.
50.                        Semi fixed cost/ biaya semi fixed : Biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.
51.                        Semi variable cost/ biaya semi variable : Biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
52.                        Sunk cost : Biaya akibat keputusan masa lalu yang akibatnya harus dibukukan sekarang.
53.                        Unexpired cost : Biaya yang belum dikonsumsi tahun berjalan dan diharapkan akan dipakai untuk membentuk pendapatan di masa yang akan datang.
54.                        Variabel cost/ biaya variable :Biaya yang jumlah totalnya berubah-ubah secara proporsional (dalam persentase yang sebanding) dengan perubahan kegiatan.
55.                        Variabel costing : Suatu metode penentuan harga pokok dimana penyajian laporan laba rugi dan perhitungan harga pokok didasarkan atas tingkah laku biaya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS